Skip to main content

Posts

Kegagahan dan Keberanian Itu Tercermin Melalui Ngumang

  Ngumang, melambangkan kegagahan dan keberanian Seorang pria mengacungkan kedua tangannya sembari menembangkan lawas (seperti seorang penari) dengan suara merdu sehingga menjadi pusat perhatian orang banyak. Ngumang ini kita jumpai disaat orang melaksanakan keramaian karapan kerbau atau ketika menyelenggarakan permainan berempuk dalam sawah yang diatur sedemikian rupa. Tak jarang ngumang dilombakan pada berbagai kegiatan, tujuannya tidak lain untuk tetap melestarikan budaya yang sudah mengakar di tengah masyarakat ini. Para generasi muda harus diperkenalkan dengan ragam budaya daerah agar mereka mengetahui identitas mereka sebagai tau Samawa. 2014 Forum Komunikasi Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa Sumbawa ( FKPPMS) menggelar suatu kegiatan kepemudaan yang biasa disebut PORDIKANI ( Pekan olahraga, budaya, pendidikan dan seni ) yang salah satunya melombakan ngumang. Dalam kehidupan masyarakat sumbawa, ngumang tidak lagi asing, orang yang sedang melakukan pertunjukan ini dianggap gagah d...

Adu Ketangkasan Melalui Barempuk

  Barempuk adalah salah satu permainan rakyat sumbawa Permainan barempuk juga disebut permainan “ baranak bawi”. Barempuk berarti saling rempuk atau saling memukul antara dua orang laki-laki yang besar dan kekuatannya berimbang dengan masing-masing mengepalkan tangkai bulir padi yang telah di potong di sawah. Permainan ini biasanya di lakukan di dalam sawah pada waktu para petani sedang memanen padinya dengan mengundang orang banyak. Biasanya pada pinggir sawah yang akan menjadi arena barempuk dipasang bendera sebagai tanda bahwa akan diadakan permainan barempuk. Sehingga orang yang melihatnya akan berbondong-bondong untuk datang, maka acara panen  di sawah itupun menjadi ramai. Jadi biasanya permainan ini dilaksanakan pada saat panen raya atau “mata rame”. Meskipun permainannya dilakukan dengan cara saling memukul namun tetap dalam suasana kegembiraan, sehingga bukanlah suatu perkelahian. Umumnya, permainan barempuk ini hanyalah sebagi selingan untuk mengisi istirahat dalam k...

Memangkas Jejaring Rentenir di Pedesaan

  Buku Badan Usaha Milik Desa Oleh: Julmansyah Belajar dari banyak pengalaman program pemerintah pusat maupun daerah terkait dengan dana bergulir, Lembaga Keuangan MIkro (Koperasi) serta Koperasi, maka perlu langkah trobosan agar bantuan keuangan di masyarakat tetap sasaran dan berkelanjutan. Pengalaman program NTAADP (Nusa Tenggara Agricultural Area Deevelopment Project) dengan pembiayaan World Bank (bank dunia) di Sumbawa membuat buku ini hadir. Upaya revitalisasi segala bentuk kegiatan yang mengelola dana bergulir, dana bantuan sosial (bansos) tidak lain agar masyarakat memiliki kesempatan dan kemudahan pada pembiayaan keuangan (acces to finance). Mengingat banyak akses kredit perbankan yang ditawarkan kerap "elitis" bahkan menerapkan bunga komersial pada pelaku UKM di pedesaan. Ditambah dengan birokrasi dan administrasi perbankan yang masih sulit dipenuhi oleh masyarakat miskin maupun usaha masyarakat yang sedang tumbuh. Membuat para pelaku usaha bankable dan feaseable se...

Sanak Salaki Dijajah Oleh Mas dan Abang

Oleh: Samasun Hidayat  (Akademisi Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Mataram)  Bermula dari Nyoto Time di tengah "kota" Sumbawa. Saat itu matahari rasanya sedang membakar bangunan-bangunan. Beberapa kendaraan berseliwiran tak tentu arah, suara kelakson tidak pernah reda bernada peringatan sebagai ekspresiluapan emosi, motor-motor pun parkir berserakan di salah satu pertigaan "kota" yang baru saja mendapatkan penghargaan tertib lalu lintas itu. Saya lalu alihkan perhatian pada dua pemuda "asing" sambil menikmati es campur memandangi kuah soto yang baru saja pisah dari daging di piring putih bergambar bunga mawar. Mereka mengenakan seragam yang sama. Terlihat seperti karyawan salah satu "perusahaan" lokal. Selain pilkada, Batu akik masih kuat menjadi menu pembicaraan mereka. Mengeluarkan satu persatu batu dari kantong dan saling mengomentari layaknya ahli. Melihat jari saya yang polos, salah satu dari mereka lalu bertanya "Tau Me Nye Mas?...

Baluir Dalam Kajian Ilmiah dan Sains

Proses Baluir dalam kajian ilmiah dan sains   Oleh: Samsun Hidayah  (Akademisi Institut Keguran dan Ilmu Pendidikan Mataran) Baluir merupakan suatu istilah Sumbawa yang ditujukan pada aktivitas memisahkan/membersihkan biji Padi, kedelai, kacang hijau, dan hasil pertanian lainnya dari ampas setelah selesai proses Ninting (Proses menumbuk/memukul padi, kedelai, kacang hijau menggunakan kayu dan dilakukan oleh dua orang atau lebih agar biji padi dan kedelai terpisah dari ranting dan batang). Baluir dilakukan menggunakan tepi (Tampi) atau tangan. Dalam proses baluir, yang utama dibutuhkan adalah angin. Karena ketika biji-biji hasil panen yang masih bercampur dengan ampas batang dan daun, dijatuhkan dari ketinggian tertentu, ampas yang ringan akan terpisah dengan biji-biji karena lebih ringan. Sering kali masalah muncul ketika mendung atau tidak ada angin. Proses baluir terkadang terganggu. menghadapi situasi ini, Para orang tua sering mengambil inisiatif mengambil Jerami atau amp...

Banyak Kerbau yang Eksis di Ruang Publik Menjelang FesMo 2016

Oleh : Imron Fhatoni (Ketua Ikatan Keluarga Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Empang-Mataram) Festival tahunan masyarakat sumbawa dilaksanakan sebentar lagi, kabarnya festival ini digelar mulai dari 23 september hingga 10 oktober 2016 mendatang. Sekarang lebih dikenal dengan sebutan Fesmo. Bagi sebagian besar masyarakat Sumbawa pagelaran ini sangat menarik dan selalau ditunggu-tunggu, pasalnya ini merupakan wadah promosi pariwisata dan budaya sehingga diharapkan mampu menarik wisatawan  agar mengenal pulau sumbawa lebih dekat. Setiap aset budaya kerap ditampilkan pada kegiatan ini, dan yang lebih menarik perhatian, pada tahun ini akan ada sejumlah kegiatan baru yang akan ditampilkan, Sumbawa Buffalo Carnaval salah satunya. Sumbawa Buffalo Carnaval, dari namanya saja sudah membuat orang penasaran, imajinasi kita diarahkan kepada satu kegiatan yang menampilkan kerbau sebagai aktor utama. Mungkin benar mungkin saja salah, tapi sampai sekarang definisi terbaik yang dapat saya simpulkan sepe...

Sebuah Tahun Tanpa Musim Panas ( A Year Without Summer )

Bukti tertulis letusan tambora 1815 dikenal dengan tahun tanpa musim panas 10 April pada tahun 1815. Gunung Tambora meletus dengan begitu dahsyat, bahkan jauh lebih dahsyat dari Gunung Krakatau. Suara guruh ini terdengar sampai ke pulau Sumatera pada tanggal 10-11 April 1815 (lebih dari 2.600 km dari gunung Tambora) yang awalnya dianggap sebagai suara tembakan senapan. Pada pukul 7:00 malam tanggal 10 April, letusan gunung ini semakin kuat. Tiga lajur api terpancar dan bergabung. Seluruh pegunungan berubah menjadi aliran besar api. Batuan apung dengan diameter 20 cm mulai menghujani pada pukul 8:00 malam, diikuti dengan abu pada pukul 9:00-10:00 malam. Aliran piroklastik panas mengalir turun menuju laut di seluruh sisi semenanjung, memusnahkan desa Tambora. Ledakan besar terdengar sampai sore tanggal 11 April. Abu menyebar sampai Jawa Barat dan Sulawesi Selatan. Bau “nitrat” tercium di Batavia dan hujan besar yang disertai dengan abu tefrit jatuh, akhirnya letusan Tambora kembali mulai...