Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Budaya

Joki Cilik Pacuan Kuda Sumbawa

Main Jaran, Sumbawa Jika Anda pernah melihat pacuan kuda, baik di televisi maupun secara langsung di stadion, pasti akan berdecak kagum dan mengacungkan jempol Anda ke para Joki, karena si Kuda akan memacu dengan kecepatan yang paling maksimal sampai ke garis finish, tidak jarang si kuda berserempetan atau tersenggol oleh kuda lain, karena jumlah peserta lomba dan lebar area stadion yang tidak terlalu lebar. Ya! Bagi kita yang melihat memang sangat seru pacuan kuda tersebut, sampai dapat bersorak-sorak kegirangan walau sambil memakan cemilan, tetapi bagi para Joki tentunya dibutuhkan konsentrasi yang tinggi di atas pelana, dan selalu siap dengan berbagai kejutan di area pacuan. Bertaruh Nyawa Demi Sebuah Kebanggaan Main Jaran, Sumbawa Di Pulau Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat, ada sebuah tradisi unik yang hingga kini masih dipertahankan masyarakat yang tinggal di desa-desa. Tradisi pacuan kuda atau warga lokal menyebutnya sebagai “main jaran” merupakan tradisi turun menurun masyar...

Video Ini Menunjukan Betapa Semangat Gotong Royong Selalu Tercermin Dalam Kehidupan Masyarakat Sumbawa

Semangat gotong royong merupakan nafas hidup dalam kehidupan bermasyarakat Tau dan Tana Samawa Masyarakat Sumbawa dikenal memiliki semangat gotong royong yang lua biasa. Prasa saling sakiki , saling beme , saling tulung , saling pendi dan lain sebagainya masih mereka anut hingga sedemikian mengakar dalam kehidupan bermasyarakat Tau dan Tana Samawa. Video di bawah ini menunjukan betapa masyarakat Sumbawa masih menjaga nilai-nilai bermasyarakat yang telah diwariskan secara turun temurun oleh nenek moyang mereka. Tak heran jika daerah yang terkenal sebagai penghasil madu terbaik ini, memiliki berama suku yang hidup secara damai sejak dulu. Tercatat beberapa masyarakat yang mendiami Sumbawa antara lain berasal dari suku Bugis, Sasak, Mbojo, Jawa, Bali dan masih banyak lagi. Semoga keberagaman ini terus terjaga hingga menjadi warisan yang sangat bernilai bagi anak cucu kita kelak.

Karapan Ayam Desa Mantar, Cerita Unik Negeri Atas Awan

Tradisi unik, Karapan Ayam Desa Mantar KSB masih terjaga Hallo sahabat. Tahukah kalian, selain dikenal memiliki panorama alam yang memukau, Desa Mantar, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat juga memiliki tradisi unik yang hingga sampai saat ini masih dilakukan. Masyarakat di sana gemar dengan permainan Karapan Ayam. Hampir sama dengan karapan sapi, yang berbeda hanya hewan yang dibalapkannya. Ayam-ayam yang dilombakan akan dipasangkan tongkat (noga) untuk mengikat kedua ayam jantan tersebut. Jika joki karapan sapi akan naik di belakang, joki karapan ayam akan menggiring ayam menggunakan rotan yang ujungnya dibelah-belah dan dipasangkan hiasan warna-warni (lutar). Tujuannya untuk menarik perhatian ayam, Ayam akan dikatakan menang jika mencatat waktu tercepat melewati garis finish yang ditandai dengan sebatang toggak kayu yang dinamakan saka. Selain itu, ayam tidak boleh keluar dari garis batas arena. Sayangnya, tidak semudah yang dibayangkan untuk mengendalikan kedua ayam tersebut. Banyak...

Sepintas Mengenai Rumah Panggung Suku Sumbawa

Ilustrasi Rumah Panggung (foto: Rafif Amir) Penduduk Sumbawa bersifat Egaliter, mereka terbuka menerima siapapun yang datang. Ada suku Sasak dari Lombok, suku Bima, dan juga kaum pendatang dari Bali,Mandar, Jawa dan sebagainya. Namun satu yang unik ketika sejenak memandangi Sumbawa. hal yang unik tersebut bisa dilihat dari bentuk masing-masing rumah masyarakat Sumbawa pada umumnya. Jika kita memandang dengan seksama, rumah dari penduduk Sumbawa atau suku Samawa pada umumnya masih berbentuk rumah panggung atau rumah yang berbahan dasar dari kayu. Bagaimanakah sisik melik rumah panggung ini? yuk kita baca sejenak. Sejarah Rumah Panggung  Menurut cerita yang berkembang dari berbagai sumber, pada awalnya rumah panggung tersebut dibangun karena masyarakat setempat umumnya hidup dan bertempat tinggal di sekitar pantai. Sehingga untuk menghindari gelombang air laut, dibutuhkan rumah tempat tinggal yang lantai dasarnya tidak langsung menempel ke tanah. Bentuk Rumah Panggung Rumah panggung ...

Makna Keris Bagi Masyarakat Sumbawa

Keris Bugis Sumbawa (foto:Keris Indonesia) Di Jawa keris disebut juga Dhuwung atau Curiga; di Minangkabau disebut Kerieh; di Lampung disebut Terapang; atau Punduk; di Sulawesi disebut Sale atau Kreh; di Bali disebut Kedutan; di Nusa Tenggara Barat disebut Keris (Lombok) dan Sampiri (Bima). Sedangkan di luar Indonesia, seperti di Filipina keris dinamakan Sundang, dalam bahasa Inggris disebut Creese, yaitu serapan dari keris (bahasa Indonesia). Kata keris pertamakali ditemukan pada Prasasti Karang Tengah yang terbuat dari perunggu dari Karang Tengah, Magelang yang berangka tahun 748 Caka (824 Masehi), serta Prasasti Poh dari Jawa Tengah yang berangka tahun 829 Caka (907 masehi). Sejarah Keris di Sumbawa Pada Masa Majapahit (abad XIV) keris telah mencapai masa puncaknya, kemudian menyebar ke wilayah kekuasaannya antara lain: Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Bali, Lombok, Sumbawa (Dompu, Bima, Taliwang), termasuk juga Malaysia, Brunei, Filipina, Kamboja, dan Thailand. Gaya keris Sum...

Dari Cerita Rayat Kini Menjadi Tarian Batu Nganga

Tarian Batu Nganga Tidak begitu banyak referensi yang membahas tentang tari batu nganga, sehingga membuat penulis sangat sulit menemukan bagian-bagian tari ini. Namun dari hasil pencarian penulis hanya menemukan sedikit referensi mengenai tulisan ini, seperti dibawah ini. Tari Batu Nganga adalah merupakan seni tari yang berlatar belakang tentang cerita rakyat. Konon ceritanya mengisahkan tentang Sang putri yang dikutuk didalam batu, tapi karena kecintaan rakyat terhadap putri raja tersebut, mereka akhirnya berbondong-bondog melakukan permohonan kepada sang kuasa untuk mengeluarkan sang putri dari batu tersebut, setelah beberapa saat batu tersebut kemudian terbuka dan putri pun akhirnya keluar dengan selamat. Begitulah sebagian cerita yang berekmbang ditengah masyarakat. Tak banyak referensi yang kita dapatkan mengenai tari batu nganga ini, tapi kami tetap berharap apa yang kami bagikan bisa menambah khazanah keilmuan kita semua.

Sekilas Tentang Tari Nguri, Tarian Asal Sumbawa yang Me-Nasional

Tari Nguri Merupakan Tari Penyambutan Tari Nguri adalah tarian tradisional dari Sumbawa, NTB,  yang dibawakan oleh penari wanita secara berkelompok. Tarian ini menggambarkan keterbukaan dan keramah-tamahan masyarakat Sumbawa yang dicurahkan dalam bentuk gerak tari. Tari Nguri ini merupakan salah satu tarian tradisional yang cukup terkenal di Indonesia, khususnya di daerah Sumbawa sendiri sebagai daerah asalnya. Sejarah Tari Nguri Menurut beberapa sumber sejarah yang ada, Tari Nguri berawal dari tradisi nguri yang dilakukan oleh masyarakat Sumbawa pada jaman dahulu, dimana masyarakat memberikan semangat kepada raja yang sedang mengalami berbagai masalah atau bencana melalui berbagai persembahan yang diberikannya. Tradisi ini merupakan sebuah dukungan, penghormatan serta pengabdian masyarakat terhadap raja yang memimpin dan menciptakan kemakmuran untuk masyarakat itu sendiri. Terinspirasi dari tradisi masyarakat tersebut, salah satu seniman dari Sumbawa bernama H. Mahmud Dea Batekal ...

Kegagahan dan Keberanian Itu Tercermin Melalui Ngumang

  Ngumang, melambangkan kegagahan dan keberanian Seorang pria mengacungkan kedua tangannya sembari menembangkan lawas (seperti seorang penari) dengan suara merdu sehingga menjadi pusat perhatian orang banyak. Ngumang ini kita jumpai disaat orang melaksanakan keramaian karapan kerbau atau ketika menyelenggarakan permainan berempuk dalam sawah yang diatur sedemikian rupa. Tak jarang ngumang dilombakan pada berbagai kegiatan, tujuannya tidak lain untuk tetap melestarikan budaya yang sudah mengakar di tengah masyarakat ini. Para generasi muda harus diperkenalkan dengan ragam budaya daerah agar mereka mengetahui identitas mereka sebagai tau Samawa. 2014 Forum Komunikasi Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa Sumbawa ( FKPPMS) menggelar suatu kegiatan kepemudaan yang biasa disebut PORDIKANI ( Pekan olahraga, budaya, pendidikan dan seni ) yang salah satunya melombakan ngumang. Dalam kehidupan masyarakat sumbawa, ngumang tidak lagi asing, orang yang sedang melakukan pertunjukan ini dianggap gagah d...

Adu Ketangkasan Melalui Barempuk

  Barempuk adalah salah satu permainan rakyat sumbawa Permainan barempuk juga disebut permainan “ baranak bawi”. Barempuk berarti saling rempuk atau saling memukul antara dua orang laki-laki yang besar dan kekuatannya berimbang dengan masing-masing mengepalkan tangkai bulir padi yang telah di potong di sawah. Permainan ini biasanya di lakukan di dalam sawah pada waktu para petani sedang memanen padinya dengan mengundang orang banyak. Biasanya pada pinggir sawah yang akan menjadi arena barempuk dipasang bendera sebagai tanda bahwa akan diadakan permainan barempuk. Sehingga orang yang melihatnya akan berbondong-bondong untuk datang, maka acara panen  di sawah itupun menjadi ramai. Jadi biasanya permainan ini dilaksanakan pada saat panen raya atau “mata rame”. Meskipun permainannya dilakukan dengan cara saling memukul namun tetap dalam suasana kegembiraan, sehingga bukanlah suatu perkelahian. Umumnya, permainan barempuk ini hanyalah sebagi selingan untuk mengisi istirahat dalam k...

Sanak Salaki Dijajah Oleh Mas dan Abang

Oleh: Samasun Hidayat  (Akademisi Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Mataram)  Bermula dari Nyoto Time di tengah "kota" Sumbawa. Saat itu matahari rasanya sedang membakar bangunan-bangunan. Beberapa kendaraan berseliwiran tak tentu arah, suara kelakson tidak pernah reda bernada peringatan sebagai ekspresiluapan emosi, motor-motor pun parkir berserakan di salah satu pertigaan "kota" yang baru saja mendapatkan penghargaan tertib lalu lintas itu. Saya lalu alihkan perhatian pada dua pemuda "asing" sambil menikmati es campur memandangi kuah soto yang baru saja pisah dari daging di piring putih bergambar bunga mawar. Mereka mengenakan seragam yang sama. Terlihat seperti karyawan salah satu "perusahaan" lokal. Selain pilkada, Batu akik masih kuat menjadi menu pembicaraan mereka. Mengeluarkan satu persatu batu dari kantong dan saling mengomentari layaknya ahli. Melihat jari saya yang polos, salah satu dari mereka lalu bertanya "Tau Me Nye Mas?...

Baluir Dalam Kajian Ilmiah dan Sains

Proses Baluir dalam kajian ilmiah dan sains   Oleh: Samsun Hidayah  (Akademisi Institut Keguran dan Ilmu Pendidikan Mataran) Baluir merupakan suatu istilah Sumbawa yang ditujukan pada aktivitas memisahkan/membersihkan biji Padi, kedelai, kacang hijau, dan hasil pertanian lainnya dari ampas setelah selesai proses Ninting (Proses menumbuk/memukul padi, kedelai, kacang hijau menggunakan kayu dan dilakukan oleh dua orang atau lebih agar biji padi dan kedelai terpisah dari ranting dan batang). Baluir dilakukan menggunakan tepi (Tampi) atau tangan. Dalam proses baluir, yang utama dibutuhkan adalah angin. Karena ketika biji-biji hasil panen yang masih bercampur dengan ampas batang dan daun, dijatuhkan dari ketinggian tertentu, ampas yang ringan akan terpisah dengan biji-biji karena lebih ringan. Sering kali masalah muncul ketika mendung atau tidak ada angin. Proses baluir terkadang terganggu. menghadapi situasi ini, Para orang tua sering mengambil inisiatif mengambil Jerami atau amp...

Banyak Kerbau yang Eksis di Ruang Publik Menjelang FesMo 2016

Oleh : Imron Fhatoni (Ketua Ikatan Keluarga Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Empang-Mataram) Festival tahunan masyarakat sumbawa dilaksanakan sebentar lagi, kabarnya festival ini digelar mulai dari 23 september hingga 10 oktober 2016 mendatang. Sekarang lebih dikenal dengan sebutan Fesmo. Bagi sebagian besar masyarakat Sumbawa pagelaran ini sangat menarik dan selalau ditunggu-tunggu, pasalnya ini merupakan wadah promosi pariwisata dan budaya sehingga diharapkan mampu menarik wisatawan  agar mengenal pulau sumbawa lebih dekat. Setiap aset budaya kerap ditampilkan pada kegiatan ini, dan yang lebih menarik perhatian, pada tahun ini akan ada sejumlah kegiatan baru yang akan ditampilkan, Sumbawa Buffalo Carnaval salah satunya. Sumbawa Buffalo Carnaval, dari namanya saja sudah membuat orang penasaran, imajinasi kita diarahkan kepada satu kegiatan yang menampilkan kerbau sebagai aktor utama. Mungkin benar mungkin saja salah, tapi sampai sekarang definisi terbaik yang dapat saya simpulkan sepe...

Apa kau Ingat Dengan Satera Jontal

Tak banyak dari kita yang tau Satera Jontal atau bahkan mendegar namanya saja tiak pernah. Tapi lain halnya bagi mereka yang benar-benar mempelajari budaya yang satu ini. Ini merupakan hal yang sangat menarik. Satera Jontal, apa maksud dua kata ini? Mengapa dinamakan demikian? Satera Jontal, karena tulisan in banyak dituliskan di atas Jontal Atau Daun Lontar dan Satera merupakan sastera dalam bahasa Indonesianya. Untuk menulis Satera Jontal bukan menggunakan tinta, namun bara apilah yang digunakan untuk menggores permukaan lontar tersebut sehingga berbentuklah kalimat. Pohon lontar banyak ditemukan di Sumbawa, tak sulit mendapatkannya didaerah ini. Peninggalan Satera Jontal masih ada di Sumbawa yang merupakan barang sejarah yang harus di lestarikan. Ahli Sastera Jontal mengatakan hasil penulisan satera jontal yang ditulis dalam sisir daun lontar, disusun tiga yang dinamakan Bumung. Cerita dari nenek moyang secara turun temurun, tulisan-tulisan di bumung tersebut berisikan cerita mengen...

Samaras Gamporo Adalah Perwujudan Semangat

Berikut adalsh tarian Samaras Gamporo Garapan Nurhin Mahendra, Kecamatan Empang, Sumbawa. Selamat jalan tarian Maras Gamporo. Tari Smaras Gamporo seperti yang telah saya jelaskan pada postingan sebelumnya harus bertandang ke jakarta dalam rangka mewakili Nusa Tenggara Barat pada ajang Festival Tari Anak Nasional yang akan digelar dijakarta pada tanggal 6-7 Agustus 2016 di Tugu Pancasila Sakti Jakarta. Keberangkatan mereka tentunya di iringi dengan dorongan, Motovasi dan semangat oleh beberapa seniman senior sumbawa yang lain. Momentum ini adalah batu loncatan baru sebagai ajang perkenalan wujud baru dan babak baru kepada publik tentang cita rasa tarian suku Samawa. Ajang yang di ikuti oleh segenap Provinsi seluruh indonesia itu akan sangat bergengsi. Para kru tarian samaras gamporo telah mengatakan bahwa akan memberikan penampilan yang maksimal dalam ajang tahunan itu. Pasalnya ini adalah kali pertama tari sumbawa mewakili NTB pada ajang Festiva...

Pacuan Kuda Sumbawa

Pacuan Kuda Atau orang sumbawa menyebutnya  Main Jaran atau Male ini diadakan setiap tahun, lebih- lebih pada waktu perayaan hari Ulang Tahun Proklamasi RI. Hampir disetiap desa/Kecamatan melaksanakan permainan pacuan kuda ini. Selain sudah menjadi tradisi, pacuan kuda dalam masyarakat Sumbawa juga bertujuan sebagai salah satu cara untuk memperbaiki peternakan kuda misalnya dengan memelihara dengan baik, pemberian makanan, dimandikan secara baik, teliti dan cermat. Pada hari sebelum pacuan kuda dimulai, yaitu pada 3-4 hari sebelumnya, semua kuda yang ikut bertanding terutama favorit dari kecamatan-kecamatan, dikumpulkan untuk diukur tinggi dan usinya guna penetuan kelas dari kuda tersebut. Sang Joki haruslah seorang anak kecil yang usianya tidak melebihi 10 tahun dan diatas 6 tahun.  Joki kecil yang memacu kuda tanpa alat pengaman yang lengkap ini memiliki keahlian dan pengalaman yang luar biasa. Biasanya juga mereka memiliki dua pecut yang dipakai untuk memacu kuda lari kenca...

Budaya Masyarakat Sumbawa Karaci

Karaci, budaya masyarakat Sumbawa yang populer. Saat ini, Karaci mulai jarang ditemukan. Permainan adu ketangkasan ini terdapat juga di daerah lain seperti di pulau Lombok yang disebut Perisaian. Perbedaan signifikan keduanya terdapat pada bentuk perisai. Pada permainan Karaci, bentuknya bulat lonjong, sedangkan Perisaian bentuknya empat persegi. Permainan ini biasanya dilakukan pada waktu malam hari oleh dua orang pria dewasa yang memakai pakaian pembungkus khusus agar tidak sakit jika terkena pukulan, masing-masing memegang tongkat pemukul (“Semambu”) dan sebuah perisai (=”Empar”) berbentuk bulat lonjong yang terbuat dari kulit kambing atau kerbau. Masing-masing pria jagoan mewakili kelompok yang diawali dengan gerak tari (“ngumang”) serta berpantun (“Balawas”), mencari tandingan atau musuhnya. Setelah menjumpai lawan yang seimbang, maka mereka mulai pertarungan dengan saling mencari kesempatan untuk dapat memukul lawannya, atau berpukul-pukulan. Di antara mereka terdapar 2...

Seni Tarian Sumbawa

Seni Tari Sumbawa Tradisi tari sudah lama ada di Tana Samawa. Tari tanak ( Tanak Juran dan Tanak Eneng Ujan ) adalah contoh tarian Samawa yang merupakan tari persembahan Tau Juran ( seketeng, Samapuin, Lempeh dan Brangbara ) kepada raja Sumbawa. Sedangkan Tau kampung bugis sebagai tamu khusus kerajaan mempersembahkannya Sempa. Sempa memiliki gerakan yang khas dan unik dengan gerakan kaki dinamis dan cekatan. Tarian Samawa memperlihatkan gerakan tanak, sempa, redat, ngumang, pengantan bolang kemang, nyemah dan berbagai gerakan yang terdapat pada permainan rakyat, serta gerakan petani tradisional di sawah. Disamping gerakan-gerakan pada berbagai upacara adat. Para pencipta tari dan para penari mencoba mengungkapkan sebuah kekuatan dan keindahan yang mendalam. Sejumlah tarian kreasi baru yang dikenal luas di masyarakat Samawa adalah Tari Nguri, Tari Pego Bulaeng, Tari Pasaji, Tari Pamuji, Tari Batu nganga, Tari lalu diya - lala jines, Tari ngasak, Tari dadara bagandang, tari berodak, ari ...

Beberapa Contoh Lawas

Halaman 1 Ajan aku dadi jangi ya ku ngawang mara pio metokal adik kuleno durianku sengkaeh manis kadu kutibar ke ate no antanku sayang adik kutembok nyir tua satungkap kutembok angkang ano tawi kutunt ku tuntet jangka ada jangi jangi apapo jangi ta btarepa mara lalat yaku mimpat po kakendung. pio ijo lete mega satekusa sai nyawa ling sopo sifat ku ke adik  sai sate nyaman mate laga lalo rembet sembahyang lema nyaman nyawa lalo nyawalalo bilin tubuh renduk nangisling potoban masi po asi dunia dunia mara den maman kupajelek sajan nyaman loba bilo umir ku gamana Halaman 2 Marasa kugawok sedi No tama ko pikir akal To dapat tosi ramalik   Ala we mana kupendi Ta kubada rasa kaku Kena siya nesal ngineng   Kubada siya ngere to Sipat kami tu salaki Basato lasung bakomong Jangi kami tu salaki Tu arap reda kasuka Mana no ujan ka gunter Tengamo petang gila we Ngaremo anak Piyoko Luk sopo jangi ke aku Kemang nonda leng desa ta Ada leng poto jambangan Kututet jangka kusumpeng Buwa ...

Tinjauan Lawas Dalam Kehidupan Bermasyarakat

LAWAS Seni sastra yang sangat menonjol di Sumbawa adalah seni sastra “Lawas.” Lawas bagi masyarakat Sumbawa bukan sekadar seni sastra, namun Lawas juga sebagai media hiburan yang dapat dipertunjukkan dan atau dipertontonkan. Lawas menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Sumbawa. Lawas diwariskan dan diturunkan dalam bentuk lisan. Lawas bagi masyarakat Sumbawa menjadi sumber dari segala sumber seni. Lawas akan dilantunkan kedalam berbagai bentuk seni, meliputi: Seni Balawas, Rabalas Lawas, Malangko, Badede, Badiya, Bagandang, Bagesong, Sakeco, bahkan tutur atau cerita pun disampaikan dalam bentuk Lawas. Dalam Kamus Bahasa Sumbawa-Indonesia dikatakan bahwa Lawas adalah sejenis puisi tradisi khas Sumbawa, umumnya terdiri atas tiga baris, biasa dilisankan pada upacara-upacara tertentu. Pengertian Lawas pada Kamus Bahasa Sumbawa-Indonesia belum dapat dikatakan lengkap, karena Lawas juga ada yang terdiri atas empat baris, enam baris, dan ada juga yang dela...