Judul Novel: Karaeng Galesong, Sang Penakluk Mataram Penulis : Mappajarungi Manan Penerbit : Limau Publisher Keruntuhan Kerajaan Gowa, dipertegas dengan Perjanjian Bongayya yang tak memihak rakyat sedikitpun. Perjanjian ini ditandatangani oleh Raja Gowa Tallo, I Mallombassi Daeng Mattawang Karaeng Bonto Mangape (Sultan Hasanuddin) dan Laksamana Cornelis Speelman (VOC). Sebagian rakyat Makasar, ada yang menerima perjanjian ini, ada juga yang ingin memberontak tapi mampu berbuat apa, hanya tunduk pasrah. I Manindori Karaeng Galesong Karaeng Tojeng, yang dikenal sebagai Karaeng Galesong, seorang Putra Gowa, anak dari Sultan Hasanuddin dan istri ke empat Sultan Hasanuddin, I Lomo Tobo. Merasa gelisah dan tidak menerima begitu saja perjanjian Bongayya yang tak berpihak pada rakyat Gowa. Serta membuat kebijakan yang hampir menguasai sepenuhnya Kerajaan Gowa, seperti memungut pajak sagat tinggi, Kerajaan Gowa tak berhak mengatur pemerintahan dan membuat kebijakan, semua harus tunduk pada VOC....
Sumbawa Punya Semua!