Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Resensi

Karaeng Galesong, Sang Penakluk Mataram

Judul Novel: Karaeng Galesong, Sang Penakluk Mataram Penulis : Mappajarungi Manan Penerbit : Limau Publisher Keruntuhan Kerajaan Gowa, dipertegas dengan Perjanjian Bongayya yang tak memihak rakyat sedikitpun. Perjanjian ini ditandatangani oleh Raja Gowa Tallo, I Mallombassi Daeng Mattawang Karaeng Bonto Mangape (Sultan Hasanuddin) dan Laksamana Cornelis Speelman (VOC). Sebagian rakyat Makasar, ada yang menerima perjanjian ini, ada juga yang ingin memberontak tapi mampu berbuat apa, hanya tunduk pasrah. I Manindori Karaeng Galesong Karaeng Tojeng, yang dikenal sebagai Karaeng Galesong, seorang Putra Gowa, anak dari Sultan Hasanuddin dan istri ke empat Sultan Hasanuddin, I Lomo Tobo. Merasa gelisah dan tidak menerima begitu saja perjanjian Bongayya yang tak berpihak pada rakyat Gowa. Serta membuat kebijakan yang hampir menguasai sepenuhnya Kerajaan Gowa, seperti memungut pajak sagat tinggi, Kerajaan Gowa tak berhak mengatur pemerintahan dan membuat kebijakan, semua harus tunduk pada VOC....

Sekilas Tentang Buku Joki Kecil Berhak Belajar

Buku ini menyajikan pengalaman lapangan, berusaha membuka tabir anak-anak ditengah deru arena Main Jaran (Pacuan Kuda). Belajar bukan saja kebutuhan bagi para joki kecil di sumbawa, akan tetapi hak dasar bagi setiap warga negaranya. Dalam penerbitan buku ini tentunya dibantu oleh beberapa pihak, terutama Pertamina Foundation, LPPH Sumbawa, P3T UTS, Pemerintah Kabupaten Sumbawa, serta Mahasiswa Fakultas Psikologi UTS. Kata pengantar buku ditulis oleh Prof.  Dr. Mahsun, MS. Bagi segenap pembaca yang ingin memiliki buku ini bisa lansung menghubungi pihak Arpusda Sumbawa. Semoga dengan semakin banyaknya penerbitan buku-buku sumbawa khususnya, mampu mendobrak budaya literasi masyarakat kita. Oleh: Ensiklopedia Sumbawa

'Lalu Dia Lala Jinis' Cerita Rakyat Dalam Sebuah Novel

Sebuah novel karya sastrawan sumbawa Dinullah Rayes ini menceritakan tentang perjuangan cinta antara putri dari kerajaan seran yang sangat cantik jelita Lala Jinis dengan seorang pangeran yang tampan asal negeri Alas Lalu Dia. Cerita rakyat ini telah ada sejak zaman dahuluu dan turun temurun dikalangan masyarakat. Bahkan beberapa waktu lalu cerita rakyat yang sarat akan perjuangan cinta ini, pernah ditampilkan dalam sebuah drama oleh sanggar seni Lonto Engal ditaman budaya mataram dan terbilang sukses. Lala Jinis adalah seorang putri raja Seran yang sangat cantik jelita, oleh karena itu banyak laki-laki yang mengidamkannya, tak terkecuali Ran Pangantan, seorang putra panglima besar di kerajaan Seran kala itu. Terpesona oleh kecantikan serta latar belakang keluarga lala jinis yang kaya raya, Ran Pangantan bersama ayahandannya pun melamar sang putri. Niat Ran pangantan untuk mempersunting Lala jinis lansung diterima oleh sang Raja dan permaisuri. Dari situlah penderitaan Lala Jinis dimul...

Labaong Bukit Timbunan Tulang, Cerita Rakyat Dalam Sebuah Buku

Judul: Labaong Bukit Timbunan Tulang Pengarang: Soedjono Masdi Samidjo Tebal Buku: 93 Halaman Buku karya Soedjono Masdi ini menceritakan tentang legenda tentang seorang Puteri Raja yang terbuang menjadi tutur pinutur dari generasi ke generasi. Konon di sebuah bukit ia dikucilkan karena tubuhnya menjijikan. Sang puteri itu menyatu dengan bukit itu. La Gawa  adalah seorang yang disegani di wilayahnya (Sumbawa), dia juga pemimpin bajak laut Bintang Tiga. Para Kolonial sangat benci dengannya, begitupula dengan mertua La Gawa sendiri (Rangga). La Gawa tidak pernah mematuhi perintah yang diberikan oleh mertuanya karena ia tahu bahwa mertuanya hanya mengingikan jabatan tinggi di kerajaan. Suatu hari La Gawa diusir oleh mertuanya karena ia tanpa sengaja telah memukuli istrinya sendiri. La Gawa pun menggembara tanpa seorng istri di sampingnya (Lala Bueng).  La Gawa bertekad akan berkorban demi rakyat serta wilayah tempat tinggal istrinya. La Gawa dating ke Port Roterdam di Makasar untu...

Memangkas Jejaring Rentenir di Pedesaan

  Buku Badan Usaha Milik Desa Oleh: Julmansyah Belajar dari banyak pengalaman program pemerintah pusat maupun daerah terkait dengan dana bergulir, Lembaga Keuangan MIkro (Koperasi) serta Koperasi, maka perlu langkah trobosan agar bantuan keuangan di masyarakat tetap sasaran dan berkelanjutan. Pengalaman program NTAADP (Nusa Tenggara Agricultural Area Deevelopment Project) dengan pembiayaan World Bank (bank dunia) di Sumbawa membuat buku ini hadir. Upaya revitalisasi segala bentuk kegiatan yang mengelola dana bergulir, dana bantuan sosial (bansos) tidak lain agar masyarakat memiliki kesempatan dan kemudahan pada pembiayaan keuangan (acces to finance). Mengingat banyak akses kredit perbankan yang ditawarkan kerap "elitis" bahkan menerapkan bunga komersial pada pelaku UKM di pedesaan. Ditambah dengan birokrasi dan administrasi perbankan yang masih sulit dipenuhi oleh masyarakat miskin maupun usaha masyarakat yang sedang tumbuh. Membuat para pelaku usaha bankable dan feaseable se...

BM Sang Pijar Dan Bagaimana Generasi Muda Diajarkan Untuk Berani Menerobos

Telah terbit buku BM Sang Pijar. Buku yang menceritakan tentang kebijakan dan kisah-kisah ringan perjalanan 5 tahun Ir. H. Badrul Munir, MM, Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat, periode 2008-2013, merupakan kesaksian dari integritas dan kecerdasan seseorang yang sangat mencintai daerahnya. Tokoh kelahiran Sumbawa yang akrab disapa BM ini, menuangkan fikiran-fikirannya  yang elegan. Lewat buku ini. Beliau mengekspektasikan keharmonisan kecerdasan intelektual dengan spiritual. Narasi diri seseorang yang berkisah tentang kecintaan, keprihatinan, kegelisahan dan impian-impian idealnya kepada sebuah negeri yang di sebut Pak BM “Miniatur Indonesia”, itulah Lombok-Sumbawa yang dinahkodai oleh Pak BM bersama M. Zainul Majdi, Gubernur Nusa Tenggara Barat. Buku ini menyajikan sesuatu yang mungkin luput dari publik. Rekaman jejak gagasan dan terobosan strategisnya disuguhkan dengan ringan,  apik, tertib dan mudah dicerna. Lalu kenapa Sang tokoh sentral dalam buku ini disebut SANG...

Buku Lagenda Tanjung Menangis

Buku Lagenda Tanjung Menangis ini adalah Karya Aries Zulkarnain. Legenda Tanjung Menangis merupakan legenda masyarakat Samawa di Kabupaten Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Tanjung Menangis ini lahir bersamaan dengan munculnya legenda Tanjung Menangis ketika awal masuknya Islam ke daerah Sumbawa. Tetapi ada juga yang memperkirakan jauh sebelum terbentuknya Kesultanan Sumbawa awal abad XVI. Mungkin juga jauh sebelum pemerintahan Dinasti Dewa Awan Kuneng, nama Tanjung Menangis belum ada, karena nama Batu Taker sampai sekarang pun tetap dipakai untuk pantai terjal berbatu curam di ujung tanjung. Atau mungkin juga nama tersebut diperkuat oleh cerita angker para nelayan yang sering mendengar suara perempuan menangis tengah malam di ujung tanjung, semuanya tidak ada yang pasti. Masyarakat Sumbawa sekarang ini lebih terbiasa menyebut tanjung tersebut sebagai Tanjung Menangis berdasarkan legenda. Kalau menceriterakan legenda Tanjung Menangis berarti sama juga dengan menceriterakan legenda Ai-Awak...